Enjoy for My Blog
Rabu, 18 April 2012
Enjoy for My Blog: Pantai Drini
Enjoy for My Blog: Pantai Drini: Pantai Drini terletak di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 1 km kearah timur dari Pantai Sepanjang. Keistimewaan pantai...
Pantai Drini
Pantai Drini terletak di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 1 km kearah timur dari Pantai Sepanjang. Keistimewaan pantai ini terdapat pulau karang yang tumbuh pohon Drini dan konon kayunya dapat dipakai sebagai penangkal ular berbisa. Pemandangan Pantai Drini yang sangat indah, asri dan pantainya yang sangat perawan. Di atas karang ini dibangun Mercusuar dimana jika kita memandang dari menaranya dapat melihat pemandangan dari atas.Di Pantai Drini ini kita bisa melihat dengan jelas rumput-rumput laut diantara karang-karang laut, dan biota laut lainnya.
Meski belum banyak orang yang mengetahui akan keindahan Pantai Drini. Tapi saya jamin anda tidak akan kecewa ketika berada di Pantai Drini.
Senin, 26 Maret 2012
KETEP PASS MAGELANG
PICTURE KETEP PASS!!
Sumber : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=409402075754467&set=a.408702855824389.105759.100000540348507&type=1&theater
Kamis, 22 Maret 2012
Bagus Juga
PANTAI NGOBARAN
Alamat: Desa Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul, Yogyakarta, IndonesiaKoordinat GPS: S8°7'10.6" E110°30'20.4"
Pantai Ngobaran, dari Pura hingga Landak Laut Goreng
Datang ke Pantai Ngrenehan dan menikmati ikan bakarnya belum lengkap kalau tak mampir di pantai sebelahnya, Ngobaran. Letak pantai yang bertebing tinggi ini hanya kurang lebih dua kilometer dari Pantai Ngrenehan. Tak jauh bukan? Penduduk Pantai Ngrenehan saja sering membicarakan dan mampir ke Pantai Ngobaran, mengapa anda tidak?Ngobaran merupakan pantai yang cukup eksotik. Kalau air surut, anda bisa melihat hamparan alga (rumput laut) baik yang berwarna hijau maupun coklat. Jika dilihat dari atas, hamparan alga yang tumbuh di sela-sela karang tampak seperti sawah di wilayah padat penduduk. Puluhan jenis binatang laut juga terdapat di sela-sela karang, mulai dari landak laut, bintang laut, hingga golongan kerang-kerangan.
Tapi yang tak terdapat di pantai lain adalah pesona budayanya, mulai dari bangunan hingga makanan penduduk setempat. Satu diantaranya yang menarik adalah adanya tempat ibadah untuk empat agama atau kepercayaan berdiri berdekatan. Apakah itu bentuk multikulturalisme? Siapa tahu.
Bangunan yang paling jelas terlihat adalah tempat ibadah semacam pura dengan patung-patung dewa berwarna putih. Tempat peribadatan itu didirikan tahun 2003 untuk memperingati kehadiran Brawijaya V, salah satu keturunan raja Majapahit, di Ngobaran. Orang yang beribadah di tempat ini adalah penganut kepercayaan Kejawan (bukan Kejawen lho). Nama "Kejawan" menurut cerita berasal dari nama salah satu putra Brawijaya V, yaitu Bondhan Kejawan. Pembangun tempat peribadatan ini mengaku sebagai keturunan Brawijaya V dan menunjuk salah satu warga untuk menjaga tempat ini.
Berjalan ke arah kiri dari tempat peribadatan tersebut, Anda akan menemui sebuah Joglo yang digunakan untuk tempat peribadatan pengikut Kejawen. Saat YogYES berkunjung ke tempat ini, beberapa pengikut Kejawen sedang melakukan sembahyangan. Menurut penduduk setempat, kepercayaan Kejawen berbeda dengan Kejawan. Namun mereka sendiri tak begitu mampu menjelaskan perbedaannya.
Bila terus menyusuri jalan setapak yang ada di depan Joglo, anda akan menemukan sebuah kotak batu yang ditumbuhi tanaman kering. Tanaman tersebut dipagari dengan kayu berwarna abu-abu. Titik dimana ranting kering ini tumbuh konon merupakan tempat Brawijaya V berpura-pura membakar diri. Langkah itu ditempuhnya karena Brawijaya V tidak mau berperang melawan anaknya sendiri, Raden Patah (Raja I Demak).
Kebenaran cerita tentang Brawijaya V ini kini banyak diragukan oleh banyak sejarahwan. Sebabnya, jika memang Raden Patah menyerang Brawijaya V maka akan memberi kesan seolah-olah Islam disebarkan dengan cara kekerasan. Banyak sejarahwan beranggapan bahwa bukti sejarah yang ada tak cukup kuat untuk menyatakan bahwa Raden Patah melakukan penyerangan. Selengkapnya bagaimana, mungkin Anda bisa mencari sendiri.
Beberapa meter dari kotak tempat ranting kering tumbuh terdapat pura untuk tempat peribadatan umat Hindu. Tak jelas kapan berdirinya pura tersebut.
Di bagian depan tempat ranting tumbuh terdapat sebuah masjid berukuran kurang lebih 3x4 meter. Bangunan masjid cukup sederhana karena lantainya pun berupa pasir. Seolah menyatu dengan pantainya. Uniknya, jika kebanyakan masjid di Indonesia menghadap ke Barat, masjid ini menghadap ke selatan. Bagian depan tempat imam memimpin sholat terbuka sehingga langsung dapat melihat lautan. Ketika YOGYES menanyakan pada penduduk setempat, tak banyak yang tahu tentang alasannya. Bahkan, penduduk setempat sendiri heran karena yang membangun pun salah satu Kyai terkenal pengikut Nahdatul Ulama yang tinggal di Panggang, Gunung Kidul. Sebagai petunjuk bagi yang akan sholat, penduduk setempat memberi tanda di tembok dengan pensil merah tentang arah kiblat yang sebenarnya.
Setelah puas terheran-heran dengan situs peribadatannya, Anda bisa berjalan turun ke pantai. Kalau datang pagi, maka pengunjung akan menjumpai masyarakat pantai tengah memanen rumput laut untuk dijual kepada tengkulak. Mereka biasanya menjual rumput laut dengan harga Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per kilo. Hasilnya lumayan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.
Namun, kalau datang sore, biasanya Anda akan menjumpai warga tengah mencari landak laut untuk dijadikan makanan malam harinya. Untuk bisa dimakan, landak laut dikepras dulu durinya hingga rata dan kemudian dipecah menggunakan sabit. Daging yang ada di bagian dalam landak laut kemudioan dicongkel. Biasanya warga mencari landak hanya berbekal ember, saringan kelapa, sabit, dan topi kepala untuk menghindari panas.
Landak laut yang didapat biasanya diberi bumbu berupa garam dan cabe kemudian digoreng. Menurut penduduk, daging landak laut cukup kenyal dan lezat. Sayangnya, tak banyak penduduk yang menjual makanan yang eksotik itu. Tapi kalau mau memesan, coba saja meminta pada salah satu penduduk untuk memasakkan. Siapa tahu, anda juga bisa berbagi ide tentang bagaimana memasak landak laut sehingga warga pantai Ngobaran bisa memakai pengetahuan itu untuk berbisnis meningkatkan taraf kehidupannya.
Sumber : http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/beach/ngobaran/
Rabu, 14 Maret 2012
Jogja Memang Nimat
GUDEG - Kuliner Jogja yang Paling Populer
Sentra Gudeg Wijilan dan Barek
Gudeg dapat ditemukan di hampir setiap sudut kota
Jogja. Namun kawasan Wijilan dan Barek lah yang paling kondang sebagai
sentra gudeg. Wijilan berada tidak jauh dari kompleks Kraton Yogyakarta
dan dapat dicapai dengan 10 menit berjalan kaki atau dengan naik becak.
Diawali oleh Bu Slamet yang mulai berjualan sejak tahun 1946, kini
sekitar 17 warung berderet memenuhi sisi Jl. Wijilan. Anda bisa memilih
gudeg sesuai dengan selera. Gudeg Yu Djum (Jl. Wijilan 31) misalnya,
menyajikan gudeg kering dengan rasa manis khas masakan Jogja. Kreceknya
diiris kecil kemudian dimasak menjadi sambal goreng kering berwarna
kekuningan. Jika menginginkan gudeg yang tidak terlalu manis, Anda bisa
bertandang ke Gudeg Bu Slamet (+62 274 380429; Jl. Wijilan 17).
Rata-rata warung gudeg di Wijilan buka dari jam 5.30 pagi hingga jam 8
malam, kecuali Gudeg Bu Tarto (Jl. Wijilan 15) yang buka 24 jam.
Bila Anda kebetulan sedang berada di belahan utara
Yogyakarta, cobalah datang ke Barek. Setiap subuh, penjual gudeg
berderet di pinggir jalan di sebelah utara kawasan Kampus UGM. Ketika
pagi mulai menjelang dan pedagang-pedagang ini mengemasi dagangannya,
masih ada warung gudeg Bu Ahmad (+62 274 520049; Jl. Kaliurang km 4,5)
yang kondang hingga kalangan artis dan pejabat, Yu Djum (+62 274 515968;
Jl. Kaliurang Km 4,5 Karang asem CT III/22), Yu Narni (+62 274 589687;
Jl. Kaliurang km 4,5 Karangasem CT III/19), atau Bu Tini yang buka
hingga malam. Warung-warung ini juga memberikan kesempatan bagi Anda
yang ingin melihat secara langsung proses memasak gudeg.
Dini Hari hingga Tengah Malam
Jogja adalah kota yang tak pernah tidur. Salah satu
nafas yang terus membuatnya terjaga adalah gudeg. Penjualnya silih
berganti menggelar dagangan dari dini hari hingga tengah malam. Kala
fajar tiba dan matahari belum keluar dari cakrawala, Wijilan dan Barek
sudah mulai menggeliat dengan aktivitas warga berburu gudeg untuk menu
sarapan mereka. Para penjual di sentra gudeg ini akan terus setia
melayani pelanggan hingga jam 8 atau 9 malam. Anda tiba-tiba ingin
merasakan kelezatan gudeg saat tengah malam buta? Jangan khawatir, Gudeg
Batas Kota (Jl. Adisucipto depan Saphir Square) yang mulai buka pada
jam 10 malam siap menggoda lidah Anda dengan rasa gudeg yang istimewa.
Atau Anda bisa mencoba sensasi menikmati gudeg langsung di pawon (dapur) Gudeg Pawon (Jl. Janturan 36-38 Warungboto).
Harga (April 2011):
1 porsi gudeg: Rp 7.000 - Rp 35.000
1 paket gudeg kering untuk oleh-oleh: Rp 50.000 - Rp 150.000
1 porsi gudeg: Rp 7.000 - Rp 35.000
1 paket gudeg kering untuk oleh-oleh: Rp 50.000 - Rp 150.000
Copyright © 2011 YogYES.COM
Sumber : http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/traditional-culinary/gudeg/
Senin, 12 Maret 2012
Resume Artikel " Resiko Dalam SIA Berbasis Komputer "
Resiko
Dalam SIA Berbasis Komputer
Akuntansi adalah sistem informasi
yang mencatat, mengumpulkan dan mengkomunikasikan data keuangan untuk tujuan
pengambilan keputusan. Sistem akuntansi yang efektif memberikan tiga tujuan
luas. Pertama, pelaporan internal ke manajer untuk perencanaan dan pengendalian
kegiatan rutin. Kedua, pelaporan internal untuk perencanaan strategik, dan
ketiga untuk pihak eksternal yaitu: pemegang saham, pemerintah dan pihak luar
lainnya. Ketiga-tiganya dihasilkan melalui pemrosesan data yang disebut
transaksi akuntansi.
Pemrosesan data menjadi informasi
dapat dilakukan secara manual atau dengan menggunakan peralatan elektronik
berupa komputer. Kemajuan dalam teknologi komputer mempunyai dampak yang luar
biasa pada seluruh aspek kegiatan usaha. Akuntansi, sudah barang tentu tidak
terlepas dari dampak tersebut. Dalam sistem akuntansi manual, data seba¬gai
masukan (input) diproses menjadi informasi sebagai keluaran (output) dengan
menggunakan tangan. Pada sistem akuntansi yang berkomputer atau yang lebih
sering disebut Pemrosesan Data Elektronik (PDE), data sebagai input juga
diproses menjadi informasi sebagai output. Keuntungan yang dapat dilihat secara
jelas dari penggunaan komputer ini adalah kecepatan, ketepatan, dan kemudahan
dalam memproses data menjadi informasi akuntansi.
Disamping keuntungan tersebut, ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan komputer sebagai alat
pengolah data yaitu resiko-resiko yang khas dalam suatu lingkungan akuntansi
berbasis komputer. Auditor harus menyadari resiko-resiko ini karena hal ini
merupakan ancaman yang tidak ada dalam proses akuntansi manual.
Resiko-resiko dalam lingkungan pemrosesan data elektronik.
Resiko-resiko dalam lingkungan pemrosesan data elektronik.
Penggunaan teknologi yang tidak layak}
Teknologi komputer memberi para analis sistem (system analyst) dan pemrogram (programmer) berbagai kemampuan pemrosesan. Teknologi ini harus disesuaikan dengan kebutuhan pemakai untuk mengoptimalkan implementasi kebutuhan tersebut. Kekeliruan dalam penandingan antara teknologi dengan kebutuhan pemakai kebutuhan dapat mengakibatkan pengeluaran yang tidak perlu atas sumberdaya organisasi.
Teknologi komputer memberi para analis sistem (system analyst) dan pemrogram (programmer) berbagai kemampuan pemrosesan. Teknologi ini harus disesuaikan dengan kebutuhan pemakai untuk mengoptimalkan implementasi kebutuhan tersebut. Kekeliruan dalam penandingan antara teknologi dengan kebutuhan pemakai kebutuhan dapat mengakibatkan pengeluaran yang tidak perlu atas sumberdaya organisasi.
Salah satu penyalahgunaan teknologi
adalah penggunaan teknologi baru sebelum adanya kepastian yang jelas mengenai
kebutuhannya. Banyak organisasi memperkenalkan teknologi database tanpa
menetapkan dengan jelas kebutuhan akan teknologi tersebut. Pengalaman
menunjukkan bahwa para pemakai awal (new user) suatu teknologi baru seringkali
mengkonsumsi jumlah sumberdaya yang cukup besar selama mempelajari cara penggunaan
teknologi baru tersebut.
Penggunaan teknologi yang tidak
layak antara lain:
- Analis sistem atau pemrogram tidak mempunyai keahlian yang cukup untuk menggunakan teknologi tersebut.
- Pemakai yang awam terhadap teknologi hardware yang baru.
- Pemakai yang awam terhadap teknologi software yang baru.
- Perencanaan yang minim untuk instalasi teknologi hardware dan software yang baru.
Dalam pemrosesan manual,
kesalahan-kesalahan dibuat secara individual. Jadi seseorang dapat memproses
satu pos dengan benar, membuat kesalahan pada pos berikutnya, memproses 20 pos
berikutnya dengan benar dan kemudian membuat kesalahan lainnya lagi.
Dalam sistem yang terotomatisasi, aturan-aturan diterapkan secara konsisten. Jadi, jika aturan-aturannya benar, pemrosesannya akan selalu benar. Tetapi jika aturan-aturannya salah, pemrosesannya akan selalu salah.
Kondisi-kondisi yang mengakibatkan pengulangan kesalahan meliputi:
Dalam sistem yang terotomatisasi, aturan-aturan diterapkan secara konsisten. Jadi, jika aturan-aturannya benar, pemrosesannya akan selalu benar. Tetapi jika aturan-aturannya salah, pemrosesannya akan selalu salah.
Kondisi-kondisi yang mengakibatkan pengulangan kesalahan meliputi:
- Tidak cukupnya pengecekan atas pemasukan informasi input.
- Tidak cukupnya tes atas program
- Tidak dimonitornya hasil-hasil dari pemrosesan
3. Kesalahan berantai}
Kesalahan berantai merupakan ‘efek
domino’ dari kesalahan-kesalahan di segenap sistem aplikasi. Kesalahan suatu
bagian program atau aplikasi akan berakibat pada kesalahan kedua yang meskipun
tidak berkaitan di bagian lain aplikasi. Kesalahan kedua ini dapat berakibat
kesalahan ketiga dan seterusnya.
Resiko kesalahan berantai sering
dikaitkan dengan pelaksanaan perubahan sistem aplikasi. Perubahan dilaksanakan
dan diuji dalam program di mana perubahan terjadi. Namun demikian, beberapa
kondisi dapat berubah karena adanya perubahan yang menimbulkan kesalahan di
bagian lain sistem aplikasi tersebut.
Rantai kesalahan dapat terjadi di antara aplikasi-aplikasi. Resiko ini akan semakin besar sejalan dengan semakin terpadunya aplikasi.
Rantai kesalahan dapat terjadi di antara aplikasi-aplikasi. Resiko ini akan semakin besar sejalan dengan semakin terpadunya aplikasi.
Dalam sistem manual, data ditimbun
dan disimpan di berbagai tempat, jadi sukar bagi seseorang yang tak berwenang
menghabiskan banyak waktu untuk melihat-lihat lemari-lemari arsip atau bidang
penyimpanan manual lainnya.
Aplikasi yang dikomputerisasi
seringkali memusatkan data dalam suatu format yang mudah diakses. Seseorang
yang tak berwenang dapat melihat-lihat dengan menggunakan program komputer. Ini
akan sulit dideteksi tanpa adanya pengamanan yang memadai. Selain itu, data
dapat disalin dengan cepat tanpa meninggalkan jejak yang dapat terlihat atau
menghancurkan data orisinilnya. Jadi, pemilik data tidak akan sadar bahwa data
tersebut telah dicuri atau dirusak.
Teknologi database ternyata telah
meningkatkan resiko manipulasi data dan pencurian nilai informasi itu bagi
seseorang yang tidak berwenang. Sebagai contoh, informasi mengenai seseorang
dalam aplikasi gaji dan upah terbatas pada pembayaran berjalan. Tetapi kalau
data tersebut disertai dengan riwayat personil, maka bukan hanya informasi
pembayaran berjalan saja yang tersedia akan tetapi juga riwayat pembayaran
gaji, keahlian individual, tahun masa kerja, perkembangan pekerjaan dan mungkin
juga mengenai evaluasi prestasi.
Informasi yang dikirim atau disebarkan
dari satu lokasi ke lokasi lainnya melalui jalur komunikasi adalah rawan
terhadap kerusakan yang tidak sengaja atau penyadapan serta modifikasi dengan
sengaja oleh pihak yang tidak berwenang.
Kerusakan yang tidak sengaja:
- Kesalahan komunikasi yang tidak dideteksi dapat menghasilkan data yang tidak benar atau berubah.
- Informasi mungkin tak sengaja diarahkan ke terminal yang salah.
- Sinyal komunikasi mungkin meninggalkan penggalan-penggalan pesan yang tak terlindungi dalam memori selama interupsi pemrosesan yang tidak terduga atau tiba-tiba.
- Protocol komunikasi mungkin tidak mengidentifikasi secara positif pengirim atau penerima pesan.
Tindakan-tindakan yang disengaja:
- Jalur komunikasi mungkin dipantau oleh orang-orang yang tidak berwenang.
- Data atau program mungkin dicuri oleh ‘pemakai gelap’ melalui sirkuit telepon dari suatu terminal entri jarak jauh.
- Jika digunakan sandi, kunci-kuncinya mungkin dicuri.
- Pesan-pesan palsu mungkin diselipkan ke dalam sistem aplikasi.
- Pesan-pesan benar mungkin dihapus dari dalam sistem aplikasi.
Download Link : http://www.ziddu.com/download/
Identitas Diri
Nama : Prio Tri Satria
Study : Universitas Teknologi Yogyakarta
Life is real. The spirit remains Everything Running!
Langganan:
Komentar (Atom)


